Hosting Unlimited Indonesia

Layanan Kesehatan Menurun, Pasien Kanker Venezuela Putus Asa

Diagnosa kanker payudara cukup menakutkan setiap saat. Tetapi bagi Grecia Solis yang berusia 49 tahun, pilihan sulit yang dihadapi oleh semua pasien kanker yang semakin dipersulit oleh penurunan drastis fasilitas kesehatan umum di Venezuela.


Setelah diagnosanya dua tahun lalu, dokter merekomendasikan operasi, kemoterapi dan radioterapi. Sebelum kemerosotan tajam ekonomi negara penghasil minyak itu dalam beberapa tahun terakhir, layanan tersebut tersedia secara gratis atau dengan biaya nominal di rumah sakit umum milik pemerintah.


Tetapi staf terlatih, obat-obatan dan peralatan sangat sedikit tersedia di fasilitas-fasilitas tersebut hari ini sehingga rumah sakit umum tidak lagi menjadi pilihan. Sebagai gantinya, Solis terpaksa meminjam uang dari keluarga dan teman-teman untuk membayar operasinya di klinik swasta yang dikelola klinik nirlaba.


Operasinya, dilakukan pada Mei 2018, biayanya $ 500, jumlah yang tidak terlalu tinggi menurut standar AS, tetapi besar di Venezuela di mana hiperinflasi telah menghancurkan tabungan banyak orang. Dengan bantuan keuangan tambahan dari seorang saudaranya di Ekuador, Solis mampu membayar delapan sesi kemoterapi yang direkomendasikan, yang diselesaikan pada bulan Desember.


Kisah Solis adalah satu yang umum di antara pasien kanker di Venezuela. Pasien tidak hanya takut pada penyakit itu sendiri, tetapi juga takut mati karena mereka tidak bisa menemukan atau membayar perawatan yang diperlukan.


Tahun lalu, sekitar 4.700 perempuan di Venezuela menderita kanker payudara, menurut Masyarakat Antikanker Venezuela, meskipun kementrian kesehatan negara itu belum menyampaikan angka resmi sejak 2012. Masyarakat melaporkan 2.300 perempuan meninggal tahun lalu karena penyakit tersebut, salah satu penyebab utama kematian di kalangan perempuan Venezuela. (my/pp)



Top News

Hosting Unlimited Indonesia