Hosting Unlimited Indonesia

Mahkamah HAM Eropa Kecam Rusia atas Kematian Magnitsky dalam Tahanan

Mahkamah HAM Eropa (ECHR) telah mengecam Rusia atas “berbagai pelanggaran” yang dilakukan terhadap Sergei Magnitsky, pengacara antikorupsi yang meninggal sewaktu berada dalam tahanan pada tahun 2009.


Dalam putusan hari Selasa (27/8), mahkamah di Strasbourg itu mengatakan, pengobatan terhadap radang pankreas Magnistky dan gangguan kesehatan lainnya “tidak memadai” dan “tidak layak yang membuat jiwanya terancam.”


Tujuh hakim dalam kasus tersebut, termasuk satu orang Rusia, memutuskan dengan suara bulat bahwa pengacara pajak itu telah diperlakukan buruk oleh para sipir dan secara tidak wajar penahanan praperadilannya berlangsung terlalu lama.


Mereka juga mengecam persidangan pasca kematiannya “yang tidak adil” yang mendapati Magnitsky bersalah.


Rusia diperintahkan untuk membayar ganti rugi 37.800 dolar kepada istri dan ibu Magnistky.


Kementerian Kehakiman Rusia menyatakan akan mempertimbangkan banding, menyebut dalam pernyataan yang dikutip kantor-kantor berita Rusia bahwa pengadilan tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim bahwa penangkapan dan penahanan Magnitsky berlangsung sewenang-wenang.




James A Goldston dari Open Society Justice Initiative, yang mewakili ibu Magnistky dalam kasus di ECHR itu menyambut baik putusan tersebut.


Putusan mahkamah didasarkan pada pengaduan yang awalnya diajukan Magnitsky sendiri pada tahun 2009, dan kemudian diambil alih oleh keluarganya.


Magnitsky menghabiskan waktu hampir setahun di penjara Butyrka, Moskow, sebelum ia dipindahkan ke pusat penahanan lainnya di ibukota, tempat ia meninggal dunia pada November 2009.


Ia ditangkap dan dikenai tuduhan menghindari pajak pada November 2008 setelah mengungkap skandal di mana para pejabat dituduh menggelapkan 230 juta dolar uang negara Rusia.


Kematian Magnitsky pada usia 37 tahun memicu sanksi-sanksi dari Amerika dan Uni Eropa, yang menyebabkan memburuknya hubungan antara Moskow dan negara-negara Barat. [uh/ab]



Top News

Hosting Unlimited Indonesia