Hosting Unlimited Indonesia

Polisi Los Angeles Selidiki ‘’Hate Crime’’ Terhadap Perempuan Transgender

Pengusiran paksa sejumlah perempuan transgender dan seorang laki-laki gay dari bar di Los Angeles akhir pekan lalu, kini diselidiki polisi sebagai kemungkinan kejahatan bermotif kebencian atau ‘"hate crime.’’


Video yang diambil dengan telepon seluler dan menunjukkan bagaimana para penjaga bar mendorong dan menyeret dua perempuan transgender dan seorang laki-laki gay keluar dari bar di pusat kota itu, telah beredar luas di media sosial. Pejabat-pejabat tinggi kepolisian dan Walikota Los Angeles, Eric Garcetti berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh. 




Juru bicara Kepolisian Los Angeles Jay Chaves mengatakan keluhan tentang insiden di bar Las Perlas hari Jumat itu kini sedang diselidiki sejumlah polisi dan detektif. 


‘’Los Angeles adalah tempat di mana kebencian terhadap siapa pun, terlepas dari identitas gender, tidak dapat ditolerir. Kantor saya sedang berkomunikasi dengan Markas Besar Kepolisian Los Angeles tentang insiden di Las Perlas itu, dan akan memastikan penyelidikan yang tepat akan dilakukan dengan tuntas,’’ cuit Garcetti di Twitter.




Khloe Rios, yang terekam dalam video itu, mengatakan ia dan teman-temannya dari “Bienestar Human Services” BHS – sebuah LSM yang memusatkan perhatian pada isu-isu kesehatan komunitas Latin dan LGBTQ – sedang makan malam ketika sepasang perempuan dan laki-laki mendekati mereka dan mulai menyampaikan cacian. ‘’Mereka mengatakan kalian semua khan laki-laki, bukan perempuan. Kalian tidak seharusnya ada di sini,’’ ujar Rios mengutip kalimat yang disampaikan pasangan itu. 


Rios, yang merupakan manajer di BHS, mengatakan ia dan teman-temannya mengabaikan pernyataan itu, tetapi kemudian perempuan yang mendatanginya menjadi lebih agresif dengan meludahi mereka, juga mendorong dan menampar seorang rekannya. Kelompok itu berdiri dan saling melindungi diri, ketika itu petugas keamanan di bar itu turun tangan dan meminta semua orang meninggalkan bar itu. Mereka mengawal pasangan yang menyerang kelompok transgender perempuan itu secara baik-baik, tetapi bersikap agresif pada kelompok Rios. Mereka mendorong, dan bahkan menyeret leher salah seorang rekan Rios.


Di luar bar, pasangan itu masih terus menyampaikan cacian dan mengancam membunuh mereka. Pasangan itu baru melarikan diri setelah melihat mobil patroli polisi. 


‘’Setiap hari saya melihat perempuan transgender dilecehkan, di-bully dan didiskriminasi. Ini pengalaman yang mengerikan dan saya tahu, saya perlu mencatat hal ini untuk menunjukkan bagaimana mereka memperlakukan kami,” tambahnya.


Cedd Moses, CEO “Pouring With Heart” yang memiliki bar itu, dalam pernyataan tertulis di Facebook Las Perlas, Sabtu (24/8) mengatakan insiden itu “merupakan pertengkaran mulut yang meningkat” dan membuat manajer bar memaksa mereka yang tidak mematuhi aturan untuk meninggalkan bar itu.


Setelah unjuk rasa di luar bar, yang memaksa penutupan bar itu Sabtu malam, Moses minta maaf pada komunitas transgender dan mengatakan perusahaan keamanan yang bekerja di bar itu akan diganti.


“Kami berkomitmen untuk bekerjasama dengan masyarakat dan kami sedang mengkaji mitra yang tepat untuk membantu kemajuan dengan cara yang paling positif, termasuk dengan melatih staf dan pemasok jasa atau barang di bar itu,” tulisnya dalam pernyataan tambahan hari Minggu (25/8). [em/jm]



Top News

Hosting Unlimited Indonesia