Hosting Unlimited Indonesia

Bangladesh Hapus Aturan yang Haruskan Perempuan Nyatakan “Perawan” dalam Akta Nikah

Pengadilan Tinggi Bangladesh memutuskan bahwa perempuan tidak lagi perlu menyatakan bahwa mereka masih perawan dalam akta nikah, satu pencapaian berarti setelah perjuangan kelompok-kelompok hak asasi perempuan lima tahun terakhir ini untuk berusaha melindungi privasi perempuan dan potensi penghinaan yang kerap terjadi.


Undang-Undang Perkawinan di negara mayoritas Muslim di Asia Selatan itu mengharuskan pengantin perempuan untuk menyatakan dalam akta nikah bahwa ia seorang “kumari” atau berarti “perawan,” atau apakah ia janda atau bercerai.


Tetapi pengadilan tinggi Bangladesh hari Minggu (25/8) memerintahkan pemerintah untuk menghapus kata “kumari” dan menggantinya dengan “belum menikah,” sebuah keputusan yang disambut gembira banyak kalangan Selasa ini (27/8).


Menurut putusan itu, pengantin laki-laki kini juga harus menyatakan dengan jelas apakah ia sudah menikah atau belum, bercerai atau duda.


Reuters melaporkan belum ada satu pejabat pemerintah pun yang menyampaikan pandangan atas perubahan aturan itu, termasuk memastikan kapan aturan baru itu akan diberlakukan.


Ainun Nahar Siddiqua, salah seorang dari dua kuasa hukum yang terlibat dalam kasus itu, mengatakan kasus berawal pada tahun 2014 ketika ada petisi untuk mengubah UU Perkawinan dan Perceraian Muslim Bangladesh Tahun 1974. “Ini merupakan keputusan yang memberi kami keyakinan bahwa kami dapat berjuang dan menciptakan lebih banyak perubahan bagi perempuan di masa depan,” ujar Siddiqua pada Reuters. Siddiqua juga tergabung dalam Bangladesh Legal Aid and Services Trust BLAST.


“Kami mengajukan petisi karena menanyakan apakah seseorang masih perawan atau tidak bertentangan dengan hak privasi seseorang,” tegasnya. (em/jm)



Top News

Hosting Unlimited Indonesia